<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/6078526802639846820?origin\x3dhttp://la-qroom.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
La-Q Room
 

Kantor yang Religious

Singapur itu negara bebas, aku ngerti, cuma nya kalo seharian diempanin lagu lagu kerohanian aku sih males juga.

Selama setengah tahun aku kerja di kantor ini, aku hepi soalnya semuanya bisa menghormati satu sama lain. Lagipula mereka juga ngerti kalo aku paling males dengan apa apa yang soal agama. Soalnya bagi aku semua agama itu baik, jadi jangan berdebat soal agama dengan aku.

Di kantor, lagu yang kita nyalakan dengan suara besar kedengeran 1 kantor adalah lagu pop biasanya. Kenapa hari ini pula jadi nyalain lagu kerohanian?

Sebener nya sih ga ada yang salah, cuma nya aku terlalu sensitif. Hihihii... have to be more flexible...

Labels:

There